MER-C Minta Masyarakat Doakan Keselamatan RS Indonesia from Gaza



[ad_1]

Liputan6.com, Jakarta – Organisasi kegawatdaruratan kesehatan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia mengharapkan bantuan doa bagi keselamatan Rumah Sakit Indonesia (RSI) from Jalur Gaza, Palestina, yang terdampak serangan rudal militant Israel.

"Semoga Allah SWT melindungi, baik bangunan RSI di Gaza maupun semua tenaga kesehatan di dalamnya, dan juga sukarelawan kami yang masih di sana servea para pasiennya," kata anggota Presidium MER-C Indonesia dr Sarbini Abdul Murad kepada Antara from Jakarta, Minggu (28/10/2018).

The mengakui, akibat serangan militant Israel di kawasan itu, sebagian bangunan di RSI Gaza mengalami kerusakan.

"Sebagian ruangan rumah sakit terkena dampak, namun tidak rusak parah memang.r antirrang yang rusak adalah ruangan administrasi, toilet, ruang Intensive Care Unit (ICU) dan beberapa lainnya," kata dokter kelahiran Aceh itu.

Sarbini Abdul Murad, salah satu sukarelawan MER-C yang termasuk paling awal masuk Gaza pada akhir tahun 2008 ketika perang Israel-Palestina, menjelaskan akibat dampak serangan itu, pasien dipindahkan ke lorong-lorong rumah sakit itu.

"Ini dilakukan guna mencegah korban bila terdampak serangan lagi," katanya.

Sukarelawan MER-C yang masih berada di Jalur Gaza, Reza Aldilla Kurniawan, Sabtu 27 Oktober siang melaporkan, Sejak Jumat 26 Oktober malam hingga Sabtu, militant zionis Israel masih mengypur sejumlah wilayah di Jalur Gaza.

Menjelaskan, pesawat tempur Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia yang berada Bayt Lahiya, Gaza Utara.

Hantaman roket tersebut menyebabkan guncangan keras di sekitarnya area, dan menimbulkan kerusakan di beberapa bagian Rumah Sakit Indonesia, termasuk kantor administrasi, toilet, koridor, dan ruang perawatan intensive.

Reza Aldilla Kurniawan yang saat serangan terjadi berada di dalam Wisma Rakyat Indonesia di belakang Rumah Sakit Indonesia, merasakan guncangan besar akibat hantaman roket.

"Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap Saya langsung keluar dari Wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian," katanya.

Sarbini Abdul Murad menambahkan, serangan Israel semacam itu, sebelumnya juga pernah terjadi selama pembangunan RSI sedang berjalan. Saat itu, sebuah rudal meledak sekitar 50 meter dari pembangunan rumah sakit Indonesia di daerah Jabaliya, Jalur Gaza Utara.

[ad_2]
Source link