PBB Pertimbangkan Lagi Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Korea Utara



[ad_1]

NEW YORK, KOMPAS.com – Dewan Keamanan PBB tengah membahas untuk mempertimbangkan kembali pengiriman bantuan kemanusiaan ke Korea Utara.

Pembahasan bantuan kemanusiaan ke Korea Utara itu dimunculkan pihak Amerika Serikat yang menekankan perlunya mencegah agar bantuan tidak jauh ke pihak yang salah.

“Tujuan kami adalah untuk memastikan bahwa kita tidak melakukan apa pun yang akan membahayakan dan tidak tertuju pada orang yang kita harapkan,” kata Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley.

“Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan. Kami melihat aspek teknis untuk memastikan bahwa ini bukan sesuatu yang dapat dialihkan dengan cara lain,” tambahnya.

Baca juga: Korea Utara Bersiap Kedatangan Inspektur Internasional ke Situs Nuklir

Melansir dari Kyodo News, pembahasan mengenai bantuan kemanusiaan itu dilakukan Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 negara secara tertutup, Kamis (8/11/2018).

Sanksi yang dijatuhkan Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara tidak melarang pengiriman bantuan kemanusiaan ke negara tertutup itu.

Akan tetapi banyak organisasi bantuan yang melaporan keluhan bahwa pasokan yang diperlukan tidak dapat disampaikan karena lamanya pemeriksaan yang dilakukan oleh komite sanksi Dewan Keamanan.

Sebuah sumber dari Dewan Keamanan mengatakan, bantuan yang direncanakan sejumlah lembaga seperti Badan Dana Bantuan Anak Internasional PBB atau UNICEF telah menunggu selesainya pemeriksaan dari komite

Sebelumnya, diplomat senior dari Rusia, China dan Korea Utara sepakat akan perlunya meringkankan sanksi secara sejajar dengan langkah yang diambil Pyongyang untuk menuju denuklirisasi.

Namun AS bersama dengan Inggris dan Perancis menegaskan perlunya menjaga sanksi tetap ada hingga Korea Utara benar-benar menyelesaikan proses melepaskan persenjataan dan teknologi nuklirnya.

Baca juga: Korea Utara Disebut Impor Barang Mewah Senilai Rp 9 Triliun dari China



[ad_2]
Source link